Buku ini merupakan hasil penelitian Puslitbang Kehidupan Keagamaan tahun 2014, yang dilakukan di Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Manado dan Jayapura. Penelitian ini ingin menjawab empat hal, yaitu pandangan pemimpin gereja tentang pengaturan organisasi gereja, pemikiran visioner tentang keharmonisan dan kedamaian Beragama, dan relasi pemimpin gereja dan masyarakat sekitar dan Kemen…
Buku ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan Tim Peneliti Puslitbang Kehidupan Keagamaan. Sebagai sebuah penelitian dengan pendekatan kualitatif eksploratif, buku ini telah berhasil menyajikan informasi yang selama ini belum terungkap terkait dengan keberadaan agama Bahai, Tao, dan Sikh. Banyak yang masih- mempertanyakan apakah di Indonesia ini ada penganut agama Baha'i? Jika…
Setelah agama Khonghucu diakui kembali dan dilayani pemerintah, bagaimana selanjutnya pelayanan tersebut? Seperti diuraikan dalam buku ini, umat Khonghucu lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Di beberapa Lokus penelitian yang tergambar dalam buku ini, belum pernah terdengar mereka meminta dana kepada pihak lain untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan keagamaan yang mereka lakukan.
Pada akhir tahun 2016, Kementerian Agama mencanangkan "Sembilan Program Aksi" yang salah satunya tentang pembinaan masjid dan majelis taklim melalui pementaan, pelatihan, dan sertifikasi dai/khatib/mubaligh. Atas hal itu Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Balitbang Kemenag RI pada tahun 2017 melakukan penelitian tentang peta penyiaran keagamaan Islam berbasis Masjid di Indonesia.