Tinilo Pa'ita adalah puisi berima yang dinyanyikan dengan nada khas dan menggunakan aksara Arab Melayu berbahasa Gorontalo. Biasanya dibacakan pada saat upacara peringatan empat puluh hari meninggalnya seseorang. Kata-kata Tinilo Pa'ita bersifat menghibur keluarga yang sedang berduka, selain itu puisi ini juga digunakan sebagai alat untuk menyebarkan ajaran agama Islam di daerah Gorontalo.