Empat aspek utama yang dimiliki ulama yaitu pendidikan, karakter tokoh, jaringan transmisi keilmuan, dan aksesbilitas serta basis dukungan pada semua level komunitas. Bahwa ulama (bahasa Bugis, panrita) adalah kaum terpelajar atau cendekiawan yang berperan sebagai perantara transmisi keilmuanyang menghubungkan antara umara dan umat.
Pembacaan nilai-nilai keagamaan yang digali dari keragaman budaya, serta keluhuran budi pekerti dari sebuah identitas adalah hal penting dalam pengembangan wawasan kebangsaan
Penelitian arkeologi makam tokoh agama merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang menggambarkan secara umum mengenai tipologi makam tokoh agama serta peran aktif yang dilakukan oleh tokoh tersebut semasa hidupnya.
Pada Kegiatan transliterasi dan terjemahan naskah klasik keagamaan, dipilih naskah kutika dalam katalog naskah Keagamaan Balai Penelitian dan Pengambangan Agama Makassar Tahun 2017. Naskah ini meupakan naskah milik Muhammad Yusuf beralamat di Kabupaten Soppeng. Naskah ini berisi pokok bahasan seputar: Perlakukan terhadap yang berkaitan dengan Padi (sepe doa/mantra dalam menanam, mengunjungi, me…
Kerajaan Wajo secara resmi menerima Islam setelah Arung Matowa Sangkuru mengucapkan Syahadat pada hari selasa 15 Safar 1019, berdasarkan sumber lontaraq suqkuna wajo (LSW) yang bertepatan dengan hari ahad 9 Mei 1610 (sistem konversi ahad macro).
Kisah-kisah ulama dalam cerita yang disajikan pada buku ini sebagiannnya diangkat berdasarkan peristiwa nyata dengan nama tokoh-ulama yang sebenarnya, dan sebagiannya lagi adalah fiksi dengan nama tokoh rekaan sebagai bahan untuk menggambarkan karakter ulama yang diceritakan.
Buku Langit-Langit Hikmah (Konfigurasi Khazanah Islam dan Budaya Lokal) bukan hanya merupakan sejemput hikmah dalam tradisi intelektual dan keberagaman, namun juga sarat akan informasi khazanah dan budaya keagamaan dalam berbagai perspektif.
Ulama adalah pewaris para nabi. Melalui para ulama itulah ajaran lnabi dapat sampai kepada kita. Ajaran Rasulullah Muhammad SAW baik dalam bentuk Aqidah, Akhlakul Karimah dan Syariat Agama lainnya maupun dalam bentuk sunnah dan keteladanan nabi hanya dapat sampai kepada ummatnya yang hidup hingga di akhir zaman ini.
Di antara naskah kuno yang ada di Nusantara ini, memiliki nilai-nilai Agamis, yang dapat di kategorikan ke dalam naskah-naskah klasik keagamaan.
Inventarisasi dan digitalisasi naskah kuno yang dilakukan pihak Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, memiliki makna penting bagi upaya penyelamatan naskah kuno Nusantara yang kini telah mengalami kerusakan dan masih berada di tangan pemilik yang mewarisinya. Naskah-naskah keagamaan yang ditemukan diinventarisasi serta didokumentasikan dalam bentuk foto digital.
Naskah berkaitan erat dengan kecakapan baca-tulis sebagai bentuk peradaban. kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya pada masa lampau dituangkan dalam teks.