Diktum Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah selalu menarik untuk ditelusuri lebih jauh. Ia merupakan trade mark bagi masing-masing kelompok mengklaim diri sebagai satu-satunya pewaris apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad beserta para sahabatnya.
Lari dari mulut singa, taoi jatuh kedalam mulut buaya. Seperti itulah mungkin gambaran sederhana tentang inkar Sunnah. Karena tidak ingin tersesat, malah terjatuh dalam kesesatan yang sangat gelap. Karena tidak ingin tersesat, maka mereka pun bertekad hanya berpegang pada Al-Qur;an dan menurut mereka tidak perlu merujuk pada Sunnah.