Tak sekedar koinsidensi jika pada pasca Khittah muncul fenomena baru dalam Nahdlatul Ulama. Regenerasi di dalamnya dari generasi pendiri ke generasi penerus, diikuti pula dengan "regenari pemikiran", yang ditunjukkan antara lain oleh pergeseran cukup penting dalam memandang Fiqih.
Berdakwah di zaman kini, dengan mengandalkan ujaran lewat perintah-larangan secara lisan, pengeras suara, himbauan-himbauan moral, sudah tidak menarik lagi. Zaman sudah berubah, teknologi sudah maju , arus informasi sudah gencar dan media cetak elektronik sudah bisa akses di mana-mana. Semuanya mengubah pola pikir, perspektif, dan citra seseorang dalam melihat persoalan sosial, bahkan agama. Bu…