Pendidikan agama cukup mewarnai perjalanan bangsa Indonesia, apalagi bila dilihat dari dimensi historis. Sebelum pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan sistem pendidikan Barat yang sekuler, diketahui bahwa pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan formal yang ada di Indonesia
Saai ini bangsa Indonesia sedang di landa krisis multidimensi, mulai krisis ekonomi, krisis politik, krisis pendidikan dan krisis kepemimpinan, yang pada akhirnya merambah pada krisis moral, krisis sosial, bahkan krisis spiritual.
Seiring dengan menggelindingnya roda reformasi, pendidikan sebagai salah satu reformasi, pendidikan sebagai salah satu isu penting dalam otonomi sebagai produk unggulannya. Maka, pendidikan Islam memiliki bargaining secara politik di tataran elite lokal.
Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan sebagai salah satu instansi keagamaan di lingkungan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama memandang penting menyelenggarakan penelaahan dan pengkajian buku-buku keagamaan melalui kegiatan review buku keagamaan secara rutin dan berkesinambungan. Yang setelahnya hasil kajian dari review buku keagamaan tersebut diterbitkan sebagai bahan bacaan bagi mas…
Epistemologi merupakan cabang filsafat yang membahas tentang hakikat, keaslian, sumber, metode, dan struktur pengetahuan. Seperti induknya, (filsafat) epistemologi secara global memiliki pengaruh terhadap wujud peradaban manusia, sedangkan secara khusus berpengaruh terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW telah membawa bangsa Arab yang semula terbelakang, bodoh, tidak terkenal dan diabaikan oleh banga-bangsa lain, menjadi bangsa maju. Ia dengan cepat bergerak mengembangkan dunia, membina suatu kebudayaan dan peradaban yang sangat penting artinya dalam sejarah manusia hingga saat ini.
Pendidikan islam telah dirintis oleh Rasul Allah SAW yaitu Rasul Muhammad ibn Abdullah ibn Abd al-Muthalib ibn Hasyim dengan tujuan untuk membimbing manusia agar berakhlak mulia dan memiliki ciri-ciri kepribadian yang ma'ruf, menjauhi munkar dan beriman kepada Allah.
Membincang pendidikan islam biasanya memunculkan gambaran pilu dalam pikiran kita tentang ketertinggalan, kemunduran, dan kondisi yang serba tidak jelas. gambaran ini muncul biasanya ketika pendidikan islam dihadapkan dengan kemajuan sains barat.
tulisan ini merupakan analisa awal tentang seminar penyempurnaan pendidikan agama islam di sekolah umum
pendidikan merupakan persoalan penting, vital dan strategis dalam kiprah kehidupan manusia
berbagai persoalan pendidikan islam, mulai dari yang bersifat fondasional hingga operasional rupanya belum terselesaikan dengan baik.kini ia bahkan membuntal menjadi benang kusut yang menyedot perhatian untuk diurai secara rapi dan dapat ditemukan ujung pangkalnya.
Fokus kajian dalam buku ini adalah mencakup beberapa hal yang berkenan dengan pesantren, sekolah, madrasah serta pendidikan tinggi islam.
Buku ini mengetengahkan analisis kritis dengan pendekatan multidisipliner prof. Dr. Azyumardi Azra sebagai seorang muslim intelektual muslim.
Buku ini membingkai berbagai hal yang berkaitan dengan ilmu pendidikan dalam keindahan dan kesempurnaan ajaran Islam. Aksentuasi pembahasan yang mengarah kepada pendidikan berlandas nilai-nilai ilahiyah ini dibuka dengan pengantar tentang pendidikan Islam (sumber, dasar, dan tujuan), berlanjut kepada kependudukan, tugas, kompetensi, serta kode etik etik pendidik.
Pendidikan Islam, yaitu bimbingan jasmani dan rohai berdasarkan hukum-hukum agama islam menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.
Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah umum dewasa ini mendapat penilaiana dari banyak pengamat dan pakar sebagai kurang berhasil memberikan dasar-dasar pendidkan agama yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu upaya menghindarkan pendidikan Islam dari keterjebakan dualisme dikotomik keilmuan antara "determinasi historis" dan "realisme praksis" adalah dengan cara mempertegas jati diri keberpihakannya pada tindakan penyadaran dan pemberdayaan.