Balai Penelitian dan Penegmbangan Agama Jakarta memulai inisiatif untuk membangun sistem peringatan dan respon dini konflik keagamaan. Pembangunan sistem ity bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pencegahan konflik keagamaan agar konflik tidak mengalami eskalasi dan berubah menjadi kekerasan. Selain itu, hal itu dimaksudkan menjadi salah satu upaya untuk memelihara dan menjadi s…
Menghadirkan sarana dan prasarana Ibadat melalui pendirian rumah ibadat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kebebasan menjalankan ajaran agama.
Pembentukan negara-bangsa modern yang menjadi wacana dan kenyataan hidup bernegara yang semakin mendunia sejak abad ke sembilan belas menjadikan hubungan antar kelompok masyarakat juga mengalami reorganisasi dan bahkan pembentukan ulang.
Ralf Dahrendorf ada;ah seseorang sosiolog terkemuka dengan jabatan terakhir Direktur London Svhool of Economic and Political Science. Sebagai seorang intelektual asal jerman dan non-Marxian, ia akrab dengan karya-karya Marx yang juga dilahirkan ditempat yang sama. Dalam buku ini, ia menelanjangi seluruh teori-teori Marx, utama Teori Kelas, dan pada akhir kritik analisanya ia menarik kesimpulan …
Bangsa Indonesia pada saat memasuki Millenium III Tahun 2001, dalam kondisi yang sangat sulit, tidak stabil, akibat krisis kepercayaan, ekonomi, politik dan krisis-krisis lainnya yang berkepanjangan yang belum tertanggulangi secara tuntas.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khusunya teknologi transportasi dan informasi, telah membuat dunia ini bagaikan sebuah kampung besar yang oleh sebagian sosiolog di sebut sebagai "the global village" (Kampung dunia).
lndonesia adalah negara kaya dengan kemajemukan masyarakatnya, dari beragama budaya, etnis dan agama.Keragaman ini pada satu sisi merupakan kekuatan bangsa, namun di sisi lain berpotensi terjadinya konflik.
Buku ini meskipun ditulis oleh seseorang ex biarawati dan penganut agama katolik yang taat, tetapi sangat objekif dan ilmiah dia mengemukakan fakta apa adanya tanpa pretensi tertentu,.
Masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan kelompok memiliki potensi yang besar terjadinya konflik sosial, baik yang dilatarbelakangi oleh persoalan agama maupun budaya dan etnik. Dalam setiap kasus kekerasan, upaya untuk menyelesaikan secara damai kerap dilakukan. Prakarsa perdamaian terjadi bisa sebelum atau setelah kekerasan terjadi,